Senin, 24 Januari 2022

Jebakan Iman


     Saya lupa tepatnya hari apa itu. Seperti biasa ketika hati merasa gundah gulana merana dan seperti mati rasa, aku memutuskan untuk datang ke padepokan. Jangan dikira istilah padepokan ini sebuah tempat yang berbau gaib atau mistis ya sobat. Istilah padepokan ini kami gunakan untuk  mempermudah komunikasi dengan teman teman di grup Kancanjagong. Grup yang berisi orang orang ketriwal  yang ingin berusaha untuk lebih menjadi  baik. Menjadi lebih kreatif dalam mencerdasi segala permasalahan yang kami hadapi. Agar hati kami menjadi bombong dan selalu merasa bersyukur. Nah padepokan ini intinya adalah tempat berkumpul atau istilah kerennya basecamp. Basecamp ini adalah sebuah rumah, namun bangunan ini terpisah oleh sekat dari rumah itu sendiri. Terpisah dari ruangan inti rumah tersebut.
   Nah rumah inilah atau basecamp inilah yang kami sebut padepokan. Kang Datam, kami sering memangil tuan rumah dengan sebutan itu. Suatu ketika saya bercerita kepada Kang Datam, bahwa saya sedang berusaha menabung untuk keperluan berbagai hal di masa depan, namun tabungan saya baru terkumpul beberapa ratus ribu saja, kadang juga harus diambil untuk keperluan sehari hari seperti beli rokok, makan dll. Maklum, belum menikah jadi masih suka makan di warung. Nah disitu saya merasa gundah, tidak tenang karena masalah tabungan. Khawatir jika uang di tabungan ini tidak terkumpul namun malah habis. Zonk! Perasaan takut, khawatir tak tenang sama sekali, bercampur aduk menjadi satu. Lalu dengan tenangnya kang Datam menanggapi keluh kesahku dengan berkata : “ Jangan sampai terjebak rasa. Jangan sampai rasa tenang, kecukupan, syukur dan damai itu karena banyaknya  jumlah nominal uang di tabungan.  Semakin banyak tabungan semakin ayem tentrem, semakin sedikit jumlah tabungan jadi semakin susah dan gundah. Rasa tenang damai dan bahagia itu jangan karena apapun, termasuk tabungan. Namun karena Allah .’’ 
     Aku hanya termangu sambil mendengarkan dengan khusyuk, kemudian kang Datam melanjutkan : “ Ini adalah hal kecil yang tak terlihat di dalam rasa, namun begitu besar pengaruhnya. Ini bisa menjadi jebakan iman kita. Menggantungkan rasa aman kepada uang, bukan kepada Allah. Jadi alangkah baiknya meski kita sedang kekurangan, tetaplah merasa tenang dan aman karena Allah, dan meski kita sedang kecukupan banyak uang, tetaplah merasa  aman dan syukur karena Allah, bukan karena apapun. DEG... Aku langsung tersadar bahwa selama ini aku terjebak oleh rasa. Rasa yang sangat lembut merasuki hati. Membunuh akal sehat yang semestinya. Meluap oleh ketakutan yang tak tergambar, dan melupakan apa yang seharusnya menjadi pegangan rasa sejati. Dalam melintasi pohon kehidupan ini. Terimakasih kang.

Minggu, 23 Januari 2022

Tentang Kanca Njagong

Kanca Njagong adalah tempat berkumpulnya sahabat sahabat untuk saling berbagi wawasan, ilmu serta untuk ajang kreatifitas dalam bentuk video seperti film pendek, tabarukan, artike islami dll. 

Jebakan Iman

      Saya lupa tepatnya hari apa itu. Seperti biasa ketika hati merasa gundah gulana merana dan seperti mati rasa, aku memutuskan untuk dat...